NAMA:
MUHAMMAD VIRGI KADARUSMAN
NPM: 14115817
KELAS: 1KA06
NPM: 14115817
KELAS: 1KA06
1. Individu
A. Pengertian Individu
Pengertian Individu menurut bahasa latin berasal dari kata Individium,
yang artinya tak berbagi. Dalam bahasa inggris individu berasal
dari kata in dan divided. Yang artinya tidak
berbagi. Jadi Individu merupakan suatu sebutan yang dapat di pakai untuk
menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. (Dr.M.Mudanandar
s, Ilmu Sosial Dasar refika Aditama hal. 113).
Dapat di uraikan bahwa Individu merupakan seorang yang tidak hanya
memiliki peranan khas di dalam lingkungan sosialnya, melainkan juga mempunyai
kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya. Makna manusia menjadi
Individu apabila pola tingkah laku massa yang bersangkutan. Proses yang
emningkatkan ciri-ciri individualitas pada seseorang sampai pada ia adalah
dirinya sendiri, disebut proses individualisasi atau aktualisasi diri.
Individu
menurut konsep Sosiologis berarti manusia yang hidup berdiri sendiri. Individu
sebagai mahkluk ciptaan Tuhan di dalam dirinya selalu dilengkapi oleh
kelengkapan hidup yang meliputi raga, rasa, rasio, dan rukun.
1) Raga, merupakan
bentuk jasad manusia yang khas yang dapat membedakan antara individu yang satu
dengan yang lain, sekalipun dengan hakikat yang sama.
2) Rasa, merupakan perasaan manusia yang
dapat menangkap objek gerakan dari benda-benda isi alam semesta atau perasaan
yang menyangkut dengan keindahan
3) Rasio atau akal pikiran,
merupakan kelengkapan manusia untuk mengembangkan diri, mengatasi segala
sesuatu yang diperlukan dalam diri tiap manusia dan merupakan alat untuk
mencerna apa yang diterima oleh panca indera.
4) Rukun atau pergaulan hidup, merupakan
bentuk sosialisasi dengan manusia dan hidup berdampingan satu sama lain secara
harmonis, damai dan saling melengkapi. Rukun inilah yang dapat membantu manusia
untuk membentuk suatu kelompok social yang sering disebut masyarakat.
B. Pengertian Petumbuhan
Menurut aliran psikologi gestalt pertumbuhan adalah proses
diferensiasi. Dalam proses diferensiasi yang pokok adalah keseluruhan sedang
bagian-bagian hanya mempunyai arti sebagai bagian dari keselurhan dalam
hubungan fungsional dengan bagian-bagian yang lain. Jadi menurut proses ini
keselurhan yang lebih dahulu ada, baru kemudian menyusul bagian-bagiannya.
Dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan ini adalah proses perubahan secara
perlahan-lahan pada manusia dalam mengenal suatu yangsemula mengenal sesuatu
secara keseluruhan baru kemudian mengenal bagian-bagian dari lingkungan yang
ada.
Konsep aliran sosiologi tentang pertumbuhan menganggap pertumbuhan
itu adalah proses sosialisasi yaitu proses perubahan dari sifat mula-mula yang
asosial atau juga sosial kemudian tahap demi tahap disosialisasikan.
C. Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Individu
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan individu, yaitu:
1) Faktor Biologis
Semua manusia normal dan sehat pasti memiliki anggota tubuh yang
utuh seperti kepala, tangan , kaki dan lainya. Hal ini dapat menjelaskan bahwa
beberapa persamaan dalam kepribadian dan perilaku. Namun ada warisan biologis
yang bersifat khusus. Artinya, setiap individu tidak semua ada yang memiliki
karakteristik fisik yang sama.
2) Faktor Geografis
Setiap lingkungan fisik yang baik akan membawa kebaikan pula pada
penghuninya. Sehingga menyebabkan hubungan antar individu bisa berjalan dengan
baik dan mencimbulkan kepribadian setiap individu yang baik juga. Namun jika
lingkungan fisiknya kurang baik dan tidak adanya hubungan baik dengan individu
yang lain, maka akan tercipta suatu keadaan yang tidak baik pula.
3) Faktor Kebudayaan Khusus
Perbedaan kebuadayaan dapat mempengaruhi kepribadian anggotanya.
Namun, tidak berarti semua individu yang ada didalam masyarakat yang memiliki
kebudayaan yang sama juga memiliki kepribadian yang sama juga.
Dari semua faktor-faktor di atas dan pengaruh dari
lingkungan sekitar seperti keluarga dan masyarakat maka akan memberikan
pertumbuhan bagi suatu individu. Seiring berjalannya waktu, maka terbentuklah
individu yang sesuai dan dapat menyesuaikan dengan lingkungan sekitar.
2. Fungsi Keluarga
A. Pengertian Keluarga
Keluarga di artikan sebagai suatu satuan sosial terkecil yang
dimiliki manusia sebagai makhluk sosial, yang di tandai dengan adanya kerja
sama ekonom. Fungsi keluarga itu sendiri adalah berkembang biak,
mensosialisasi, mendidik anak, atau merawat orang tua. Bentuk keluarga terdiri
dari seorang suami, seorang istri, anak-anak dan biasanya tinggal dalam satu
rumah yang sama (keluarga inti). Secara resmi terbentuk dari hasil perkawinan.
Dalam pertumbuhkembangan suatu individu tak dapat terlepas dari
peranan keluarga dalam membentuk pertahanan terhadap serangan penyakit sosial
sejak dini. Sering kali orang tua hanya cenderung memikirkan kebutuhan lahiriah
anaknya dengan bekerja keras tanpa mempedulikan bagaimana anak-anaknya tumbuh
dan berkembang dengan alasan sibuk mencari uang untuk memenuhi kebutuhan
anaknya. Alasan tersebut sangat rasional dan tidak salah, namun kurang tepat,
karena kebutuhan bukan hanya materi saja tetapi juga nonmateri.
Kesulitan para orang tua untuk mewujudkan keseimbangan dalam
pemenuhan kebutuhan lahir dan batin inilah yang menjadi penyebab awal munculnya
kenakalan remaja yang dilakukan anak dari dalam keluarga yang akhirnya tumbuh
dan berkembang hingga meresahkan masyarakat. Misalnya, seorang anak yang tumbuh
dari keluarga yang tidak harmonis.
Namun secara umum fungsi keluarga meliputi sebagaui berikut :
1) Pengaturan seksual
Dapat di bayangkan apabila tidak ada keluarga maka akan terjadi
seks bebas yang di akibatkan tidak adanya pengaturan seksual. Oleh karena itu
disinilah fungsi keluarga agar pengaturan dapat di kontrol dan tidak ada lagi
kelahiran di luar nikah serta anak memiliki orang tua yang jelas.
2) Reproduksi
Keluarga berfungsi untuk membentuk keturunan, walaupun banyak yang
berpandangan bahwa anak akan membawa beban hidup, dan ada pula yang
mengharapkan banyak anan untuk jaminan bagi orang tua di masa depan.
3) Sosialisasi
Sebelum sosialisasi dalam masyarakat ada halnya kita
bersosialisasi terlebih dahulu dalam keluarga sehingga terbentuknya
kepribadian, sikap, perilaku, dan tanggapan emosinya, sehingga ketika terjun
dalam masyarakat dapat di terima dengan baik.
4) Kontrol social
Keluarga mempunyai fungsi dalam bersosialisasi, yaitu bagi
individu pada saat tumbuh menjadi dewasa memerlukan suatu sistem nilai sebagai
macam tuntunan untuk mengarahkan aktivitasnya dalam masyarakat, dan berfungsi
sebagai tujuan akhir pengembangan kepribadian
3. Individu, Keluarga dan Masyarakat
A. Pengertian Keluarga
Keluarga adalah suatu kelompok yang terdiri dari beberapa individu
yang terikat dengan adanya hubungan perkawinan atau darah. Keluarga yang
terdiri dari Ayah, ibu dan anak biasanya di sebut dengan keluarga inti.
Keluarga ini memiliki fungsi dimana individu-individu itu pada dasarnya dapat
menikmati bantuan utama dari sesamanya,serta keamanan dalam hidupnya.
Namun keluarga tidak hanya terdiri dari ayah, ibu dan anak akan
tetapi orang yang hidup serumah bisa saja di sebut keluarga dengan ada atau
tidaknya hubungan darah.
Pengertian Masyarakat
B. Pengertian Masyarakat
Menurut Znaniecki mengatakan bahwa masyarakat merupakan suatu
sistem yang meliputi unit biofisik para individu yang bertempat tinggal pada
suatu daerah geografis tertentu selama periiode waktu tertentu dari suatu
generasi. Dalam sosiology suatu masyarakat dibentuk hanya dalam kesejajaran
kedudukan yang diterapkan dalam suatu organisasi. (F Znaniecki, 1950, p. 145).
Masyarakat merupakan sekelompok individu yang mempunyai hubungan,
memiliki kepentingan bersama, dan Budaya. Menurut Koentjaraningrat masyarakat
adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu system adat
istiadat tertentu yang bersifat kontinu, dan yang terikat oleh suatu rasa
identitas bersama. Dalam arti sempit atau arti kata masyarakat berasal
dari kata bahasa Arab “syaraka” berarti ikut serta atau berpartisipasi.
Dalam perkembangan dan pertumbuhannya masyarakat dapat digolongkan
menjadi :
1) Masyarakat sederhana. Dalam lingkungan
masyarakat sederhana (primitive) pola pembagian kerja cenderung dibedakan
menurut jenis kelamin. Pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin, nampaknya
berpangkal tolak dari latar belakang adanya kelemahan dan kemampuan fisik
antara seorang wanita dan pria dalam menghadapi tantangan-tantangan alam yagn
buas saat itu.
2) Masyarakat Maju. Masyarakat maju
memiliki aneka ragam kelomok sosial, atau lebih dikenal dengan sebuatan
kelompok organisasi kemasyarakatan yang tumbuh dan berkembang berdasarkan
kebutuhan serta tujuan tertentu yang akan dicapai.
C. Kelompok Masyarakat Non Industry dan Masyarakat
Industri
1) Masyarakat non industry
Terbagi menjadi dua kelompok :
· Kelompok Primer
Dalam kelompok primer, interaksi antar anggota terjalin lebih
intensif, lebih erat, lebih akrab. Biasa disebut juga dengan kelompok “face to
face group”, sebab para anggota kelompok sering berdialog, bertatap muka,
karena itu saling mengenal lebih dekat, lebih akrab.
· Kelompok sekunder
Antara anggota kelompok sekunder, terpaut saling hubungan tak
langsung, formal, juga kurang bersifat kekeluargaan. Oleh sebab itu, sifat
interaksi, pembagian kerja, pembagian kerja antaranggota kelompok diluar atas
dasar pertimbangan-pertimbangan rasional, Obyektif.
2) Masyarakat Industri
Durkheim mempergunakan variasi pembagian kerja sebagai dasar untuk
mengklarifikasikan masyarakat, sesuai dengan taraf perkembangannya, tetapi ia
lebih cenderung memergunakan dua taraf klarifikasi, yaitu sederhana dan yang
kompleks. Masyarakat yang berada di antara keduanya diabaikan (Soerjono
Soekanto, 1982:190).
Jika pembagian kerja bertambah kompleks, suatu tanda bahwa
kapasitas masyarakat bertambah tinggi. Solidaritas didasarkan pada hubungan
saling ketergantungan antara kelompok-kelompok masyarakat yang telah mengenal
pengkhususan.
Otonomi sejenis juga menjadi ciri-ciri dari bagian/
kelompok-kelompok masyarakat industri dan diartikan dengan kepandaian/keahlian
khusus yang dimiliki seseorang secara mandiri, sampai pada batas-batas tertentu.
Laju pertumbuhan industri-industri berakibat memisahkan pekerja
dengan majikan menjadi nyata dan timbul konflik-konflik yang tak terhindarkan,
kaum pekerja membuat serikat-serikat kerja/serikat buruh yang diawali
perjuangan untuk memperbaiki kondisi kerja dan upah. Terlebih setelah kaum
industrialis mengganti tenaga manusia dengan mesin.
4. Hubungan antara Individu Keluarga dan
Masyarakat
1) Makna Individu
Manusia sebagai makhluk individu mengalami kegembiraan atau kecewa
akan terpaut dengan jiwa raganya. Tidak hanya dengan mata, telinga, tangan,
kemauan, dan perasaan saja. Dalam kegembiraannya manusia dapat mengagumi dan
merasakan suatu keindahan, karena ia mempunyai rasa keindahan, rasa estetis
dalam individunya.
2) Makna Masyarakat
Makna masyarakat termasuk juga dengan pengertian
dari masyarakat tersebut yaitu merupakan istilah yang digunakan
untuk menerangkan komuniti manusia yang
tinggal bersama-sama. Boleh juga dikatakan masyarakat itu merupakan jaringan
perhubungan antara pelbagai individu. Dari segi pelaksanaan, ia bermaksud
sesuatu yang dibuat - atau tidak dibuat - oleh kumpulan orang
itu. Masyarakat merupakan subjek utama dalam pengkajian sains
sosial.
3) Makna Keluarga
Makna keluarga termasuk juga dengan pengertian
keluarga yg saya ketahui seperti betikut yang terdiri dari Ayah, ibu dan anak
serta bebarapa orang lain yang masih terikat dalam hubungan darah dan saling
ketergantungan atau membutuhkan satu sama lain.
4) Hubungan antara
individu, keluarga dan masyarakat
Aspek individu, keluarga, masyarakat dan
kebudayaan adalah aspek-aspek sosial yang tidak bisa dipisahkan. Keempatnya
mempunyai keterkaitan yang sangat erat. Tidak akan pernah ada keluarga,
masyarakat maupun kebudayaan apabila tidak ada individu. Sementara di pihak
lain untuk mengembangkan eksistensinya sebagai manusia, maka individu
membutuhkan keluarga dan masyarakat, yaitu media di mana individu dapat
mengekspresikan aspek sosialnya. Di samping itu, individu juga membutuhkan
kebudayaan yakni wahana bagi individu untuk mengembangkan dan mencapai
potensinya sebagai manusia.
5.Urbanisasi
A. Pengertian Urbanisasi
Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota.
Urbanisasi adalah masalah yang cukup serius bagi kita semua. Persebaran
penduduk yang tidak merata antara desa dengan kota akan menimbulkan berbagai
permasalahan kehidupan sosial kemasyarakatan. Jumlah peningkatan penduduk kota
yang signifikan tanpa didukung dan diimbangi dengan jumlah lapangan pekerjaan,
fasilitas umum, aparat penegak hukum, perumahan, penyediaan pangan, dan lain
sebagainya tentu adalah suatu masalah yang harus segera dicarikan jalan
keluarnya.
Berbeda dengan perspektif ilmu kependudukan, definisi urbanisasi
berarti persentase penduduk yang tinggal di daerah perkotaan. Perpindahan
manusia dari desa ke kota hanya salah satu penyebab urbanisasi. Perpindahan itu
sendiri dikategorikan 2 macam, yakni migrasi penduduk dan mobilitas penduduk. Migrasi
penduduk adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota yang bertujuan untuk
tinggal menetap di kota, sedangkan Mobilitas Penduduk berarti perpindahan
penduduk yang hanya bersifat sementara saja atau tidak menetap.
B. Proses terjadinya urbanisasi
Proses Terjadinya Urbanisasi di karenakan faktor urbanisasi, antara lain
factor – factor urbanisai di bagi menjadi 2 yakni :
1) Faktor
Penarik Terjadinya Urbanisasi
· Kehidupan
kota yang lebih modern
· Sarana
dan prasarana kota lebih lengkap
· Banyak
lapangan pekerjaan di kota
· Pendidikan
sekolah dan perguruan tinggi lebih baik dan berkualitas
2) Faktor
Pendorong Terjadinya Urbanisasi
· Lahan
pertanian semakin sempit
· Merasa
tidak cocok dengan budaya tempat asalnya
· Menganggur
karena tidak banyak lapangan pekerjaan di desa
· Terbatasnya
sarana dan prasarana di desa
· Diusir
dari desa asal
· Memiliki
impian kuat menjadi orang kaya
C. Keuntungan Urbanisasi
1) Memoderenisasikan warga desa
2) Menambah pengetahuan warga desa
3) Menjalin kerja sama yang baik
antarwarga suatu daerah
4) Mengimbangi masyarakat kota dengan
masyarakat desa
D. Akibat urbanisasi
1) Terbentuknya suburb tempat-tempat
pemukiman baru dipinggiran kota
2) Makin meningkatnya tuna karya
(orang-orang yang tidak mempunyai pekerjaan tetap)
3) Masalah perumahan yg sempit dan tidak
memenuhi persyaratan kesehatan
4) Lingkungan hidup tidak sehat,
timbulkan kerawanan sosial dan criminal


Tidak ada komentar:
Posting Komentar